Langsung ke konten utama

Pekerja Migran Indonesia Di Larang Pulang

Pekerja Migran Indonesia Di Larang Pulang

DETIKBMI.COM -  Menteri Tenaga Kerja ( Menaker) yaitu Ida Fauziyah mengimbau kepada seluruh para pekerja migran Indonesia (PMI) agar tidak pulang ke Tanah Air selama ada wabah virus corona (Covid-19).

Tetapi menurut Ida terdapat syarat pengecualian, yaitu ketika pekerja migran tersebut sudah tidak memiliki kontrak kerja atau visa sudah habis.

Protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh kementrian kesehatan berdasarkan standar adalah para pekerja imigran harus mengisolasi mandiri selama 14 hari semenjak datang dan menuju ke kota kelahiran.

Berkaitan dengan kedatangan para pekerja migran kementrian ketenagakerjaan telah berkerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tiap daerah untuk mengawasi PMI dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19.

Jumlah total ada 32.000 pekerja imigran yang ada di Indonesia maupun masih bekerja di negara luar. Menaker khawatir akan adanya efek dari adanya bulan Ramadanyang akan datang karena para pekerja imigran Indonesia tersebut memutuskan untuk cuti dan mudik.

Karena sebelumnya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah memulangkan sebanyak 433 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang gagal bekerja di luar negeri.

Menaker membuat kebijakan terkait dengan pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan 209 negara lainnya demi mencegah penyebaran virus ini.

Ida mengungkapkan bahwa terkait kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi seluruh PMI yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Langkah tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 151 Tahun 2020 tentang upaya perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan PMI.

Kompas.com

Postingan populer dari blog ini

TKI sekarang di Taiwan Yang Telah Bekerja 6 Tahun yah Akan Di Gaji NTS 41.393 (19 Juta) Sektor Industri dan NT$32.000 (14,9 juta) Sektor Pengasuh, Ini RUU nya

www.hellobmi.xyz - Kabinet pada Selasa (15/5) mengumumkan langkah-Iangkah untuk memungkinkan para pekerja migran muda dan mahasiswa internasional untuk tinggal di Taiwan sebagai pekerja menengah terampil untuk membantu mengisi kekurangan tenaga kerja karena tingkat kelahiran di Taiwan yang menurun. 
Menurut rancangan undang-undang imigrasi ekonomi, tindakan ini bertujuan untuk mempertahankan siswa luar negeri yang sekolah di Taiwan tingkat menengah atau kejuruan dan pekerja migran dengan enam tahun pengalaman kerja di Taiwan agar tetap mau bekerja di Taiwan dan menjadi tenaga kerja tingkat menengah. 
Siswa internasional yang terdaftar dalam program pendidikan tertentu, seperti Sekolah Pelatihan Kejuruan Luar Negeri atau Kursus Kerjasama Industri-Universitas yang dirancang untuk pemuda dari Asia Tenggara dan negara-negara Asia Selatan juga memenuhi syarat untuk mendapatkan status pekerja menengah. 
Jika RUU itu diloloskan Legislatif seperti yang diusulkan, warga Hong Kong dan Macau yan…

PMI Bekerja Merawat Akong Di RS Statusnya Kaburan, Difonis Terkena Infeksi Virus Corona Buat TKI Hati-hati Dan Lebih Waspada

DETIKBMI.COM - Seorang tenaga kerja wanita yang bekerja sebagai pengasuh migran yang bertugas untuk menjaga seorang pria berusia delapan puluhan yang merupakan kasus virus corona asal Wuhan, China ke-27 yang dikonfirmasi di Taiwan telah didiagnosis sebagai pasien ke-32 yang positif terinfeksi virus corona di negeri Formosa.

Sebagai mana yang dilansir dari media (Taiwannews) Rabu (26/2) Pihak CECC Taiwan mengumumkan pada hari Rabu bahwa pihak rumah sakit harus meminta pengunjung mendaftarkan data diri mereka sebelum mengizinkan mereka untuk bertemu pasien atau kerabat mereka yang dirawat di rumah sakit sebagai upaya pendataan dan antisipasi penyebaran wabah virus corona asal Wuhan. China.

Sejak kasus virus corona asal Wuhan, China ke~27 diumumkan, istri, dua putra, dan seorang cucu pasien yang baru berusia 11 tahun juga dinyatakan positif terkena virus itu. Bocah itu mungkin tertular wabah COVID-19 selama kunjungannya ke rumah sakit tempat kakeknya dirawat dan kemudian mengambil kelas …

Berduka Cita ABK Indonesia Meninggal Dunia Diduga Kapal An Fong No 116 Taiwan Diterjang Ombak Besar Sa'at Berlayar

DETIKBMI.COM- Telah terjadi sebuah kecelakaan Kapal China yaitu kapal An Fong 116 dimana kecelakaan tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka parah serta meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi pada 16 Januari 2020.

Jenis kapal tersebut adalah kapal panjang dimana kapal tersebut berbendera Cina Taipei yang disahkan oleh anggota Cina Taipei (IRCBL2112)

Nomor pendaftaran CT8-0112
Port of Registry Kaohsiung Jenis Kapal LIFT NETTERS - menggunakan jaring yang dioperasikan dengan kapal (NB) Line vessel nei (LOX).

Kapal tersebut dikabarkan menabrak ombak yang terjadi disekitar perairan Negara Korea. Dimana setelah kejadian tersebut sejumlah anak buah kapal mengalami luka ringan hingga meninggal dunia yang diakibatkan oleh adanya benturan terhadap kapal tersebut hingga terdapat anak buah kapal yang hilang terjatuh di laut tersebut karena goncangan ombak.

Karena begitu dahsyatnya ombak tersebut terdapat sejumlah korban yang begitu banyak diantaranya adalah anak buah kapal asal filipina …