Tergiur Kamera Murah Di Group Jual Beli BMl HK, Akhrinya Nurul Kehilangan Uang Yang Ditransfernya Barang Tidak Di kirim

Tergiur Kamera Murah Di Group Jual Beli BMl HK, Akhrinya Nurul Kehilangan Uang Yang Ditransfernya Barang Tidak Di kirim

Info bmi hongkong

DETIKBMI.COM - MALANG Jual beli melalui bursa dunia maya aliasjual beli online memang terbukti memudahkan baik penjual maupun pembeli dalam bertransaksi dan memperpendekjalur distribusi. Namun, sisi lain dari transaksi jenis ini, sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan.

Seperti yang dialami Nurul Astuti, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong asal Cepiring, RT 8 RW 2, Kendal, Jawa Tengah. Tergiur ingin membeli sebuah kamera DSLR entry level dengan harga murah yang ditawarkan seseorang melalui bursa online, Nurul harus kehilangan uang yang ditransfernya lantaran penjual ternyata seorang pelaku penipuan transaksi abal-abal.

Dilansir dari Malang Times, pelaku mengaku sebagai laki-laki yang dari identitasnya bernama M. Rizal Syahputra, warga Jalan Kartanegara,Tumpang, Kabupaten Malang.

Saat itu pelaku memposting sebuah postingan di group media sosial Facebook, yakni group facebook jual beli online BMI HK. Intinya menjual sebuah kamera DSLR seharga Rp 3,5 juta. Pelaku posting menggunakan sebuah akun bernama Dini Aminartl.

Dan dari situ, sekitar 5 Maret 2019, korban yang melihat postingan tersebut selanjutnya berminat dengan apa yang dijual pelaku. Singkat cerita, karena korban sedang berada di Hongkong, akhirnya pelaku dan korban saling berkomunikasi melalui WhatsApp.

Di situ, korban dan pelaku saling bernegosiasi harga. Saat itu, korban meminta pelaku untuk mengirimkan kamera tersebut ke rumah korban dan setelah itu, korban mengatakan akan langsung mentrasfer barangnya.

Namun pelaku kemudian beralasanjika la sangat memerlukan uang untuk pengobatan sang ayah yang sedang sakit. Awalnya pelaku meminta uang Rp 500 ribu terlebih dahulu untuk menembus obat.

'Terus saya minta ya sudah sekarang kirim barangnya dulu lewat pengiriman, nanti resinya tu njukkan ke saya. Setelah itu, pelaku mengirimkan resi pengiriman lewat JNE ke saya, sehingga saya percaya," bebemya.

Namun paleku kemudian meminta tambahan uang lagi. ‘Setelah itu saya tambahi jadi Rp 1,5 juta,’ ungkapnya kepada MalanngMES (24/03/2019)

Dan tak lama, pelaku kemudian kembali menelepon korban. Saat itu dengan suara sesenggukan seperti sedang menangis, pelaku mengatakan kepada korban agar segera melunasl kamera yang dibeli. Di situ pelaku beralasan jika ayahnya akan segera dioperasi sehingga memerlukan uang,

Dari upaya perdaya pelaku, korban yang merasa iba kemudian Iantas luluh hatinya sampai kemudian kembali mentrasfer lunas kemusnahan pembelian kamera tetsebut sebesar Rp 2 juta melalui BNI Syariah atas nama Misbah.

"Karena saya kasihan, langsung saya transfer. Harganya sebenarnya Rp 3,4 juta. Namun karena saya kas'lhan, ya sud: Rp setuju mau Rp 3,5 juta. Saya Juga sempat dikirim idenitasnya seperti KTP dan SN," bebernya

Setelah itu, dalam proses pengiriman, pelaku kemudian menelepon korban dan mengatakan jika nomor kontak yang diberikan korban dalam keadaan tak aktif saat dihubungi pihak JNE. Pihak JNEkemudian juga menelepon korban dan mengatakan jika barangnya ada pada pihak JNE.

Namun saat itu oknum JNE tersebut mengatakan korban harus mentransfer uang Rp 500 ribu untukjamlnan. Dan ketika nanti barang sudah sampai, dikatakan oknum tersebut, uang bisa diambil kemball.

'Darl situ saya sudah mulal curiga,Jangan-jangan mereka inl sekongkol. Ternyata memang benar, barangnya nggak datang-datang. Resi yang dikirimkan pelaku, setelah dicek temyata juga resi palsu. Nomor saya juga sudah diblokir.‘ ungkap Nurul.

Dari situ, korban yang merasa tertipu selanjutnya memosting kasusnya tersebut ke grup Komunitas Peduli Malang dan sejumlah grub FB yang berkaitan dengan Malang Iainnya. Pasca kejadian tersebut, korban Juga sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tumpang dengan menyertakan sejumlah bukti.

Sumber: apakabaronline
LihatTutupKomentar